Senja tak lagi terlihat
Ditelan oleh kabut yang pekat
Bersamaan dengan rintik hujan
Yang mulai berjatuhan
Butiran air dari langit
Membasahi penjuru negeri
Merembes kedalam bumi
Meninggalkan aroma tanah basah
Dibalik kelabunya petang
Daun daun mulai berguguran
Angin berhembus sepoi-sepoi
Membawa pesan kedamaian
Angin yang menusuk tulang
Membangunkanku dari lamunan
Kulihat seutas senyuman
Yang bersemayan di pipi mu yang
kanan
Merah delima
Ketika pipimu merona
Menambah pesona
Keanggunan mu sebagai wanita
Tidak ada komentar:
Posting Komentar