HOME

Selasa, 05 Januari 2016

Rona Merah Delima

Senja tak lagi terlihat
Ditelan oleh kabut yang pekat
Bersamaan dengan rintik hujan
Yang  mulai berjatuhan

Butiran air dari langit
Membasahi penjuru negeri
Merembes kedalam bumi
Meninggalkan aroma tanah basah

Dibalik kelabunya petang
Daun daun mulai berguguran
Angin berhembus sepoi-sepoi
Membawa pesan kedamaian

Angin yang menusuk tulang
Membangunkanku dari lamunan
Kulihat seutas senyuman
Yang bersemayan di pipi mu yang kanan

Merah delima
Ketika pipimu merona
Menambah pesona
Keanggunan mu sebagai wanita


Tidak ada komentar:

Posting Komentar