HOME

Minggu, 09 Juli 2017

Menjawab Logika Berpikir Kaum Sepilis (Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme)


Suatu siang ditanggal 13 Juni 2017,  ketika aku keluar dari area kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta hendak pulang ke kostku di daerah Sorowajan, di tengah perjalanan tiba-tiba  hatiku tergerak untuk mampir di toko buku SAB. Setelah memarkirkan motor di parkiran, aku langsung bergegas masuk ke dalam toko untuk melihat-lihat buku apa saja yang terbaru. Ketika asyik berjalan sambil mengamati buku-buku yang berjejer dengan rapi di rak, tiba-tiba langkahku terhenti di depan sebuah buku yang memiliki cover seperti komik. ‘Kiai Kocak VS Liberal’ judul buku tersebut. Setelah membaca sinopsisnya, tanpa berpikir panjang, langsung ku bawa buku ini menuju kasir dan ku beli buku ini seharga Rp. 28.000. Lalu aku menuju motor dan menghidupkan mesinnya sambil memberikan uang pecahan 2000 rupiah kepada tukang parkir yang sedang berjaga disana. Setelah keluar dari pekarangan toko buku, kuarahkan sepeda motorku menuju kostku yang sederhana.
Sesampai di kost, kubuka kembali buku yang baru saja ku beli, ku lihat penulis buku tersebut bernama Abdul Mutaqin, seorang alumni Fakultas Tarbiyah IAIN (sekarang UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, tahun 1999. Buku ini diterbitkan oleh penerbit Salsabila Pustaka Al-Kautsar Group tahun 2016. Buku ini berisi tulisan-tulisan pendek seperti esai yang terdiri dari 34 sub judul. Masing-masing sub judul hanya membahas satu pokok bahasan mengenai percakapan antara kiai Adung (kiai yang kocak) dengan para penganut paham sepilis (sekularisme, pluralisme dan liberalisme). Jika kita petakan, terdapat pembahasan mengenai pluralisme, gender, perkawinan sesama jenis (homo dan lesbian), kota islami, kebenaran relatif (ingin membenarkan teori evolusi darwin), ateis, dll.
Diantara sekian banyak pembahasan didalam buku tersebut, secara garis besar buku ini berbicara tentang :
1.      Pluralisme
Pro : Logika yang dibangun oleh kaum sepilis ialah semua agama benar dan masing- masing agama merupakan jalan menuju satu Tuhan, perbedaannya hanya dalam penyebutan nama Tuhan. Kebenaran bukan hanya milik Islam saja, kebenaran ada di mana-mana. Harus toleran dengan pemeluk agama lain dengan mengakui kebenaran agama mereka.

Kontra :Hanya Islam yang benar sesuai ayat Al-Qur’an “Inna diina indallahil Islam”. Toleran itu dengan cara tidak menggangu umat beragama lain didalam menjalankan kehidupan sehari-hari didalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Jika semua agama sama, kenapa sepilis tidak mengubah-ubah agama mereka dan penyebutan nama tuhannya, misalnya hari ini sholat dengan takbir berlafah yesushu akbar/yahwehuakbar, atau hari ini islam, besok, kristen, besok budha dan seterusnya.

2.      Perkawinan sejenis
Pro : Perkawinan sejenis merupakan HAM. Manusia itu dinilai ketaqwaannya, bukan orientasi seksnya. Tidak ada ayat didalam Al-Qur’an yang melarang untuk kawin sejenis. Jika Allah melarang homo atau lesbi, kenapa malah diciptakan nafsu homo dan lesbi.
Kontra :Sepilis yang memperjuangkan pelegalan perkawinan sejenis diminta untuk kawin sejenis, jika ada keluarganya yang ingin kawin sejenis, harus dipersilahkan oleh aktivis sepilis, ini merupakan cara untuk melawan argumentasi kaum sepilis. Jika masalah nafsu homo dan lesbi yang diciptakan Allah, Allah juga menciptakan babi lalu mengharamkannya, berarti babi tidak baik untuk manusia dan juga pengharaman babi juga menjadi ‘cobaan’ bagi manusia apakah manusia tersebut menaati perintah Allah atau mengingkarinya
3.      Gender
-          Pemakaian kata “Laki-laki qawwam (pemimpin) bagi perempuan” untuk menenpatkan perempuan dalam subordinasi.
-          Laki-laki dan perempuan memiliki kodrat yang berbeda, emang bisa perempuan melakukan pekerjaan laki-laki seperti manjat pohon kelapa?
4.      Singapura dianggap lebih Islami dari pada Indonesia
-          Ukuran islaminya ialah kebersihan, sedangkan kebersihan ialah ajaran Islam.
-          Kebersihan itu universal, untuk menjadi bersih, ateis juga bisa. Singapura juga memiliki tempat perjudian dan pelacuran, lalu itu dikatakan islami?
   
 Selain dari poin-poin diatas, masih terdapat pokok pembahasan lainnya yang memuat percakapan antara penganut sepilis dan kiai adung. Wallahu A’lam bishowab

Yogyakarta, 01 Juli 2017 Pukul 00.21

Minggu, 04 Juni 2017

MINIMALISIR KEMISKINAN MELALUI AGAMA

Salah satu faktor tingginya tingkat kriminalitas di Indonesia ialah karena kemiskininan. Orang bisa melakukan pencurian jika perutnya sedang kelaparan, tega membegal dan membunuh asalkan tetap bisa makan. Dapat melakukan apa saja yang dapat merugikan orang lain asalkan perut tetap terisi. Sudah banyak kasus yang membuktikan bahwa lebih baik melakukan kejahatan asalkan dapat makan. Himpitan ekonomi menjadi faktor terbesar yang menjadi penyebab kejahatan tersebut.
Amat sangat disayangkan jika hal tersebut terjadi di bumi nusantara yang memiliki kekayaan alam yang melimpah ruah. Bahkan Indonesia diibaratkan sebagai tanah sorga, seperti lirik lagu yang berbunyi “Orang bilang tanah kita tanah sorga, tongkat, kayu dan batu jadi tanaman”. Lagu tersebut seolah-olah menggambarkan betapa kaya dan suburnya tanah indonesia.
Akan tetapi, kekayaan alam yang dimiliki bumi pertiwi tersebut berbanding terbalik dengan keadaan masyarakat pribumi.  Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa pada bulan Maret 2015, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Indonesia mencapai 28,59 juta orang (11,22 persen).
Angka kemiskinan tersebut selalu merangkat naik setiap tahunnya. Selama periode September 2014–Maret 2015, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan naik sebanyak 0,29 juta orang (dari 10,36 juta orang pada September 2014 menjadi 10,65 juta orang pada Maret 2015), sementara di daerah perdesaan naik sebanyak 0,57 juta orang (dari 17,37 juta orang pada September 2014 menjadi 17,94 juta orang pada Maret 2015). Hal tersebut menunjukkan bahwa kemiskinan bertambah banyak setiap harinya. Ini yang kemudian menjadi PR kita bersama untuk meminimalisir angka kemiskinan tersebut.
Ketidakmerataan dan penumpukan harta yang terjadi pada sebagian orang saja juga terjadi di Indonesia. Sebagaimana yang dilansir dari dw.com, lembaga Oxfam menyatakan kekayaan empat milyader terkaya di nusantara, tinggi dari total kekayaan 40 persen penduduk  miskin – atau sekitar 100 juta orang. Indonesia masuk dalam enam besar negara dengan tingkat kesenjangan ekonomi tertinggi di dunia. Pada tahun 2016, satu persen orang terkaya memiliki hampir setengah (49 persen) dari total kekayaan populasi. 
Hal ini menjadi permasalahan serius bagi bangsa Indonesia. Karena apabila dibiarkan berlarut-larut tanpa adanya tindakan untuk meminimalisir kesenjangan tersebut, sama saja kita sedang menyulut bom waktu yang bisa meledak kapan saja. Karena jika kemiskinan merajalela, maka tingkat kriminalitas akan menjadi tinggi. Dengan demikian, indonesia akan menjadi negara yang tidak aman lagi.
Barangkali salah satu cara untuk meminimalisir kesenjangan yang ada ialah kembali menerapkan syariat islam berupa zakat didalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Meskipun umat muslim sebagai penduduk mayoritas di Indonesia sudah menerapkan zakat fitrah setiap tahun menjelang idul fitri, akan tetapi hal tersebut belum banyak membantu mengurangi kemisikinan secara massif.
            Perlu diterapkannya zakat mal (harta) di indonesia sehingga harta tidak hanya tertumpuk pada segelintir orang saja. Setiap bulannya kelebihan harta yang dimiliki orang-kaya 

Minggu, 09 April 2017

MANFAAT MEMPELAJARI SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM



            Sejarah memiliki beragam definisi yang dicetuskan oleh para ahli. Definisi umum yang akrab ditelinga kita ialah sejarah sebagai peristiwa yang benar-benar terjadi di masa lampau. Sedangkan teori, metode, dan teknik yang membahas tentang sejarah dinamakan ilmu sejarah. Dengan beragamnya peritiwa yang terjadi di masa lampau maka kemudian dilakukanlah klasifikasi sejarah. Ada Sejarah Yunani Kuno, Sejarah Indonesia Modern, Sejarah Peradaban Kristen, Sejarah Kebudayaan Islam, dll. Sejarah Kebudayaan Islam merupakan suatu disiplin ilmu yang membahas tentang peristiwa atau kejadian yang dilakukan oleh umat Islam di masa lalu.
            Adapun mempelajari Sejarah Kebudayaan Islam memiliki beberapa manfaat. Diantaranya ialah manfaat edukasi, rekreasi dan inspirasi. Manfaat edukasi didalam mempelajari Sejarah Kebudayaan Islam  ialah kita tidak  dibodohi dan dibohongi oleh orang-orang yang meng-klaim dirinya sebagai pelaku sejarah atau sejarawan sejarah kebudayaan Islam dengan menyebarkan berita palsu yang diklaimnya sebagai bagian dari Sejarah Kebudayaan Islam untuk keuntungannya sendiri. Dengan mempelajari sejarah, kita dapat mengetahui mana berita yang merupakan Sejarah Kebudayaan Islam dan mana berita yang merupakan berita palsu mengenai Sejarah Kebudayaan Islam. Selain itu, manfaat edukasi didalam mempelajari Sejarah Kebudayaan Islam ialah agar kita bisa mengambil ibrah (pelajaran) dari kisah-kisah atau peristiwa yang dialami oleh umat Islam pada masa lalu sehingga kita tidak mengulangi kesalahan yang dilakukan oleh umat Islam pada masa lalu.
            Manfaat rekreasi dalam mempelajari Sejarah Kebudayaan Islam ialah kita dibawa untuk berwisata mengunjungi peradaban Islam pada masa lalu. Dengan demikian, kita seolah-olah mengalami sendiri peristiwa yang dialami oleh umat Islam pada masa lampau. Implikasinya ialah kita memperoleh hiburan dan kesenangan dengan berwisata ke dalam peradaban Islam.
            Kemudian manfaat inpirasi dalam mempelajari Sejarah Kebudayaan Islam ialah kita dapat mencontoh apa saja yang dilakukan oleh umat Islam sehingga mereka mendapatkan kejayaan-kejayaan pada dinasti-dinasti mereka. Selain itu, kita juga  terispirasi oleh tokoh-tokoh muslim yang memiliki berbagai macam kelebihan di segala lini sehingga kita memiliki semangat untuk mengikuti jejak langkah tokoh tersebut.