Lantasi bagaimana dengan mahasiswa rantauan yang ingin berkontribusi untuk daerah asalnya? Barangkali salah satu media yang dapat digunakan untuk mengabdikan diri kepada daerahnya ialah organisasi etnis (kedaerahan).
Mahasiswa yang meninggalkan kampung halamannya (merantau) untuk melanjutkan jenjang pendidikan di tingkat perguruan tinggi biasanya membuat sebuah paguyuban ataupun organisasi kedaerahan dimana mereka berasal. Organisasi tersebut dapat menjadi wadah bagi para mahasiswa rantauan untuk bersilaturahmi dengan mahasiswa lain yang berasal dari daerah yang sama. Dan juga diantara tujuan dari dibentuknya sebuah organisasi kedaerahan ialah agar mahasiswa dapat berkontribusi kepada daerahnya melalui organisasi tersebut dengan menjalankan program kerja yang dapat mengharumkan nama baik daerahnya di mata organisasi kedaerahan lainnya dan mampu memberikan dampak positif bagi kemajuan daerahnya.
Salah satu cara yang dilakukan organisasi kedaerahan dalam mengharumkan nama daerahnya di kancah nasional ialah dengan ikut serta untuk menampilkan kebudayaan daerahnya dalam berbagai event yang diadakan oleh Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Daerah Indonesia (IKPMDI). Seperti ikut menampilkan tarian daerah dalam event selendang sutra nusantara di monumen serangan umum 1 maret Yogyakarta pada tahun 2015. Bentuk kontribusi lain yang diberikan oleh organisasi kedaerahan kepada daerahnya adalah dengan menyelenggarakan kegiatan untuk membantu daerah asalnya yang tertimpa musibah. Seperti konser musik dan penggalangan dana yang diadakan oleh Keluarga Pelajar Jambi(KPJ) Yogyakarta beserta mahasiswa pelalawan yang diadakan di depan kantor Kedaulatan Rakyat pada tahun 2015, guna memberikan bantuan secara materiil kepada rakyat Jambi dan Riau yang tertimpa bencana kabut asap. Dan masih banyak lagi bentuk kontribusi yang diberikan oleh mahasiswa rantauan kepada daerah asalnya dengan menggunakan organisasi kedaerahan sebagai medianya.
Kalimatnya terlalu panjang bung, dan bertele-tele.. Lanjutkan!!!
BalasHapus